![]() |
| Empat rumah warga di Kecamatan Matanganga, Kabupaten Polewali Mandar. Rusak disapu tanah longsor, akibat tinggi curah hujan yang terjadi di Kecamatan Matanganga. ( Foto : BPBD Polman). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), sejak siang hingga sore hari Jumat (15/5/2026).
Bencana ini memicu terjadinya tanah longsor. Peristiwa ini menyapu empat unit rumah warga dan menimbun akses jalan antar desa di Kelurahan Matangnga.
Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polman, Andi Chandra Sigit, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi mulai pukul 13.00 hingga 17.01 WIT menjadi pemicu utama longsor yang membentang sepanjang kurang lebih 70 meter tersebut. Empat rumah yang terdampak adalah milik warga bernama Armin, Samsil, Muh Hasir, dan Andi.
"Tanah longsor sepanjang kurang lebih 70 meter akibat hujan deras, mengakibatkan kerusakan pada empat unit rumah milik warga setempat." Ungkap Andi Chandra Sigit.
Dia menambahkan, bersama instansi terkait, pihaknya merencanakan melakukan pembersihan material longsor secara manual pada Sabtu (16/5/2026).
"Besok kami akan ke lokasi untuk bergotong royong membersihkan sisa material longsor." Tambahnya.
Dampak bencana ini tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga melumpuhkan aksesibilitas dan pelayanan publik.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1402-02 Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah, menyebutkan material longsor menutup badan jalan hingga membuat akses menuju Desa Rangoan sempat terhambat.
Selain itu lanjutnya, dilaporkan pula 3 tiang listrik roboh sehingga aliran listrik di sejumlah titik di wilayah itu terputus total.
Merespons kejadian tersebut, Babinsa setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu warga.
'Begitu mendapat informasi adanya longsor, Babinsa langsung bergerak ke lokasi membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dan membersihkan material yang menutup akses jalan." Ujar Kapten Subarkah.
Di lokasi kejadian, para anggota TNI bersama warga bekerja sama membersihkan tumpukan lumpur, memindahkan batang kayu besar yang terbawa longsor, hingga mengamankan aset warga dari rumah yang terdampak.
Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya percepatan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah perbukitan dan wilayah rawan bencana, untuk tetap waspada.
Pasalnya, curah hujan di wilayah pegunungan masih cukup tinggi sehingga berpotensi memicu longsor susulan.
"Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, agar selalu berhati-hati dan segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah." Pesan Kapten Subarkah.
Laporan: Nadi

