Iklan


 

Banjir Kembali Kepung Kota Polewali, Warga Pertanyakan Efektivitas Proyek Drainase Miliaran Rupiah

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:37 WIB Last Updated 2026-06-11T03:37:17Z

Situasi Kota Polewali dikepung banjir pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi. (Foto : Gazali).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, terendam banjir, Rabu 10 Juni 2026.


Ibu kota kabupaten di Kecamatan Polewali menjadi wilayah yang paling terdampak, selain sebagian kawasan di Kecamatan Matakali dan Binuang.


Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan titik banjir tersebar di sembilan kelurahan di Kecamatan Polewali. Genangan air juga merendam permukiman warga, sejumlah perkantoran, serta beberapa ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Polewali, Matakali dan Binuang.


Ketinggian air diperkirakan mencapai 20 hingga 40 centimeter. Puluhan rumah warga, rumah ibadah dan gedung perkantoran terendam air. 


Beberapa ruas jalan yang terdampak tampak seperti sungai, antara lain Jln, Tritura, MR Muh Yamin, Hj Andi Depu, Kemakmuran,Kartini, serta Jln Gatot Subroto yang berada persis di samping Kantor Bupati Polman.


Akibat genangan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi mengalami kemacetan panjang. Ratusan kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat hingga kendaraan berat roda enam terpaksa mengantre sepanjang kurang lebih satu kilometer karena sejumlah titik jalan tertutup air.


Para pengendara tampak melintas dengan sangat hati-hati lantaran marka jalan tak lagi terlihat akibat terendam banjir. Bahkan, puluhan kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan setelah nekat menerobos genangan air yang cukup tinggi.


Banjir di sejumlah titik di Kecamatan Polewali. (Foto : Gazali).

Para pedagang menutup toko dan lapak dagangannya lebih awal, curah hujan yang tinggi dan buruknya sistem drainase di wilayah Kota Polewali menyebabkan air meluap dan masuk ke toko mereka. 


Salah seorang warga Kecamatan Polewali, Adri, mengaku terpaksa menutup toko dagangannya, karena air masuk ke dalam ruko miliknya setinggi 30 centimeter.


"Mana ini pemerintah daerah? Sudah berkali-kali banjir melanda Kota Polman, apa hasil kerja mereka? Rugi kita bayar pajak kalau begini terus." Tegas Adri dengan nada kesal.


Banjir yang kembali melanda pusat Kota Polewali memunculkan pertanyaan masyarakat terkait efektivitas program penanganan banjir yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir, Pemkab Polman hampir setiap tahun mengalokasikan anggaran miliaran rupiah melalui APBD untuk proyek perbaikan drainase dan pengendalian banjir.


Bahkan pada tahun 2026 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Polman diketahui berencana menganggarkan sekitar Rp. 2,2 miliar untuk program penanganan banjir.


Namun demikian, banjir masih terus berulang setiap musim hujan, termasuk di kawasan perkotaan yang selama ini menjadi fokus pembangunan drainase.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Polman yang berupaya dikonfirmasi terkait penyebab banjir dan efektivitas program penanganan banjir belum dapat dihubungi.


Laporan : Ahmad Gazali

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Banjir Kembali Kepung Kota Polewali, Warga Pertanyakan Efektivitas Proyek Drainase Miliaran Rupiah

Trending Now

Iklan

iklan