Iklan

Laliko Berduka, Saat Pesisir Menjadi Tempat Bermain, Siapa yang Mengawasi Anak-anak?

Sabtu, 05 September 2026 | 16:46 WIB Last Updated 2026-09-05T09:26:37Z

Petugas Gabungan menghaail mengevakuasi (FA) dalam kondisi meninggal dunia setelah di laporkan tenggelam di pesisir pantai Laliko. (Foto : Istimewa).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Pagi itu, harapan warga Dusun Laliko, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, untuk menemukan seorang bocah yang hilang di laut akhirnya berakhir dengan duka.


Tim SAR gabungan bersama personel Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Polewali Mandar dan masyarakat menemukan FA (9), pelajar asal Dusun Kampung Buttu II, Desa Laliko, pada hari kedua pencarian. Jumat (04/09/2026).


Korban ditemukan sekitar pukul 06.17 WITA, dalam kondisi meninggal dunia. Lokasinya sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.


Sejak pukul 06.00 WITA, tim SAR gabungan bersama masyarakat kembali menyisir kawasan pesisir. Setelah korban ditemukan, jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan.


Jenazah (FA) langsung dibawa dan disemayamkan di rumah duka di Desa Laliko. (Foto : Humas Polres Polman).

Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap korban melalui surat pernyataan yang ditandatangani keluarga.


Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan unsur SAR, kepolisian dan masyarakat dinyatakan selesai.


Namun, bagi warga Laliko, persoalan yang ditinggalkan peristiwa ini belum selesai.


Ketika Pesisir Menjadi Tempat Bermain. Pantai bagi anak-anak adalah tempat yang menyenangkan.


Air yang sedang surut, hamparan pasir, dan kawasan pesisir yang berada dekat dengan permukiman dapat menjadi ruang bermain yang mudah dijangkau. 


Tetapi laut memiliki karakter yang tidak selalu terlihat oleh mata anak-anak.


Warga dan Aparat Keamanan bersiap mengantar anak (FA) ke peristirahatan terakhir. (Foto : Humas Polres Polman). 

Ombak, arus, perubahan kedalaman, hingga kondisi dasar laut dapat berubah dalam waktu singkat.


Peristiwa yang menimpa (FA) kembali mengingatkan bahwa aktivitas anak-anak di pesisir tidak cukup hanya mengandalkan keberanian mereka untuk berenang atau bermain air.


Pengawasan orang dewasa menjadi sangat penting. Bukan untuk melarang anak mengenal lingkungan dan bermain, tetapi memastikan mereka tidak bermain air di lokasi yang berisiko tanpa pendampingan.


Menjadi Mata Tambahan bagi Anak-anak. Kepedulian terhadap keselamatan anak di kawasan pesisir bukan hanya tanggung jawab orang tua.


Warga sekitar juga dapat menjadi "MATA TAMBAHAN". Ketika melihat anak-anak bermain terlalu dekat dengan laut, masyarakat dapat mengingatkan. Ketika kondisi ombak atau arus mulai berbahaya, warga dapat segera memberi peringatan.


Peran aparat Desa, Pemerintah Kelurahan/desa, Kepolisian, Basarnas, BPBD, hingga masyarakat juga penting dalam membangun budaya keselamatan di kawasan pesisir.


Rumah duka anak (FA, tempat disemayamkan sebelum diantar ke pekuburan desa setempat. (Foto : Humas Polres Polman).

Papan peringatan di lokasi rawan, pemetaan titik berbahaya, edukasi keselamatan air kepada anak-anak, serta pengawasan pada jam-jam ketika anak biasa bermain dapat menjadi langkah sederhana yang dampaknya besar.


Duka yang Harus Menjadi Pelajaran. Kehadiran masyarakat dalam pencarian (FA) menunjukkan satu hal penting, ketika musibah terjadi, kepedulian warga masih kuat.


Tetapi kepedulian seharusnya tidak hanya muncul setelah seseorang hilang.


Kepedulian yang paling berarti justru hadir sebelum musibah terjadi.


Menegur anak yang bermain terlalu dekat dengan laut. Mengingatkan orang tua. Memberi tanda pada lokasi berbahaya. Mengajak anak memahami bahwa laut bukan sekedar tempat bermain.


Semua itu mungkin terlihat sederhana. Namun sebuah peringatan yang diberikan tepat waktu bisa menjadi pembeda antara bermain dengan selamat dan sebuah tragedi.


Kepergian (FA) meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat Laliko. Semoga peristiwa ini tidak berhenti sebagai kabar duka, tetapi menjadi momentum bagi seluruh warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak di wilayah pesisir.


Karena mencegah seorang anak mendekati bahaya jauh lebih baik daripada mencarinya ketika bahaya sudah terjadi.


Laporan : Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Laliko Berduka, Saat Pesisir Menjadi Tempat Bermain, Siapa yang Mengawasi Anak-anak?

Trending Now

Iklan

iklan