Iklan

Survei Kredit Berujung Parang, Warga Majene Terluka

Rabu, 16 September 2026 | 06:52 WIB Last Updated 2026-09-15T22:52:50Z

 

Polsek Campalagian amankan seorang pria yang diduga tebas warga hingga terluka. (Foto : Adi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Niat melakukan survei lokasi terkait pengajuan kredit di Bank BRI Majene berubah menjadi insiden berdarah. 


Seorang warga diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan parang saat berada di Dusun Parabaya, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa (15/09/2026).


Korban diketahui bernama Nahzan Sahabuddin (49), warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Dia mengalami luka terbuka pada lengan kanan, lengan kiri, dan bagian punggung setelah diduga ditebas menggunakan parang sebanyak tiga kali.


Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial IS (45). Selain mengamankan terduga pelaku, personel Polsek Campalagian juga menyita satu bilah parang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.


Kapolsek Campalagian IPTU H. Harifuddin mengatakan, polisi bergerak setelah menerima informasi mengenai dugaan penganiayaan tersebut.


"Begitu menerima informasi adanya kejadian penganiayaan, personel Polsek Campalagian langsung mendatangi TKP. Terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti satu buah parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut,." Katanya.


Datang untuk Survei, Berakhir Ditebas


Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban datang dari Kabupaten Majene bersama sejumlah rekannya untuk melakukan survei lokasi terkait pengajuan kredit di Bank BRI Majene.


Sekitar pukul 12.10 WITA, korban bersama dua orang karyawan BRI menuju lokasi di sekitar lorong samping DDI Lapeo. Mereka melakukan survei berdasarkan titik sertifikat sekaligus mengambil gambar sejumlah rumah di sekitar lokasi.


Namun, saat berada di lokasi, korban diduga tiba-tiba didatangi IS yang membawa parang.


Korban kemudian diduga ditebas sebanyak tiga kali hingga mengenai lengan kanan, punggung, dan lengan kirinya.


Dalam kondisi terluka, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju mobil. Korban kemudian sempat mengemudikan kendaraan ke arah Polewali.


Namun, karena kondisi luka yang dialaminya, korban akhirnya menghentikan kendaraan di Dusun Banua Baru, Desa Parappe, Polman.


Warga yang mengetahui kondisi korban kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke RS Pratama Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis.


Sekitar pukul 15.00 WITA, korban kemudian dirujuk ke RSUD Hajjah Andi Depu Polewali Mandar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Polisi Dalami Motif


Kapolsek Campalagian mengatakan, polisi masih mendalami motif maupun rangkaian kejadian tersebut. Keterangan dari korban, terduga pelaku, serta para saksi masih dikumpulkan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut.


"Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban, terduga pelaku dan para saksi untuk mengetahui secara jelas motif serta rangkaian kejadian. Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pihak kepolisian." Ujarnya.


Saat ini, IS bersama barang bukti telah diamankan di Polres Polman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna menentukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna menentukan proses hukum selanjutnya." Tutupnya.


Laporan : Nadi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Survei Kredit Berujung Parang, Warga Majene Terluka

Trending Now

Iklan

iklan