PIFAF 2017

Kamis, 13 Juli 2017


Pengelola Apotik Diterima di Ruangan Komisi IV
DPRD Polman
Pengelola Apotik di Polman Menyampaikan Aspirasi
Ke DPRD Polman
Anggota Komisi IV DPRD Polman Menerima Para
Pengelola Apotik
POLEWALITERKINI.NET – Belum usai kasus yang menimpa APOTIK KHADIJAH di Jalan Brawijaya, Kecamatan Wonomulyo, kini sejumlah pengelola Apotik di Polman, mendatangi DPRD Terkait masalah Surat Ikatan Apoteker yang melarang penyedia obat menjual tanpa resep dokter. Jumat (14/07/2017).

Para pengelola Apotik Wonomulyo dan Polewali diterima M. Said Sidar Wakil ketua komisi IV, Drs. Abubakar Kadir. MH Anggota Komisi IV, Karni .s.pdi Anggota Komisi 1, Hj. Nurliah Halimuddin Anggota komisi 1, H. Syaiful St. anggota Komisi 1, H. Syarifuddin anggota Komisi 3 dan Hasnawi Hamarong Anggota Komisi IV.

Para anggota DPRD Polman ini menerima Aspirasi dari Pengelola Apotik Kecamatan Wonomulyo dan Polewali. Kamis 13 Juli 2017 sekitar pukul 13.00 siang di ruang Komisi IV DPRD Polewali Mandar.

Pengelola Apotik ini menyampaikan aspirasinya dan meminta melakukan RDP dengan Kadis Kesehatan dan Ikatan Apoteker Kabupaten Polman, atas surat yang dinilai menekan pengelola Apotik dengan melarang menjual obat tanpa Resep dokter.

Selain itu persoalan lain juga sudah diketahui Komisi IV terkait tuntutan Apoteker yang meminta Gajinya di Naikkan oleh pihak Apotik tempat dia bekerja. Atas aspirasi ini pihak DPRD Polman, akan melakukan RDP meski waktunya belum ditentukan.

Maksudnya PSA ini mau menjual obat meski tanpa resep dokter k.? Maksudnya maunya bede Ikatan Apoteker nanti diperbolehkan menjual obat kalau ada Resepnya dokter contoh Amoxicilin.” Kata Anggota komisi IV yang juga Ketua Fraksi Golkar. Abubakar Kadir. MH.

Dengan adanya Aspirasi Para Pengelola Apotik diharapkan Dinas Kesehatan (DINKES) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Polewali Mandar bisa memberi pengawasan dan bimbingan kepada para Pengelola Apotik.

Terkhusus kepada Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Polewali Mandar, lanjut Abubakar Kadir kiranya memberikan pelayanan dan bimbingan kepad Apoteker yang ada di apotik sehingga antara pengelola Apotik dan Apoteker saling memahami tugas dan fungsinya.

Dia berharap kepada Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Polman sebelum menurunkan semacam surat harus lebih dahulu dilakukan Sosialisasi kepada pengeloa Apotik.

Sebelumnya diberitakan,  

JUAL OBAT TANPA IJIN EDAR…! KEPALA PUSKESMAS DI POLMAN BERURUSAN POLISI

Pengelola Apotik Diperiksa Polisi
POLEWALITERKINI.NET – Pihak Satuan Reskrim Narkoba Kepolisian Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait peredaran obat tanpa ijin di Apotik yang diduga milik salah satu Kepala Puskesmas dan suaminya salah satu Kepala Kantor Pos di Polman. Sabtu, 27 Mei 2017.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak Kepolisian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terkait ditemukannya obat atau jamu gemuk GINSENG KIANPI PIL sebanyak 93 Dos dan jamu stamina pria AFRIKA BLACK ANT 4 Dos di APOTIK KHADIJAH di Jalan Brawijaya, Kecamatan Wonomulyo. Jumat, 26 Mei 2017 sekitar jam 14.30 wita.

Polisi dalam Operasi Tangkap Tangan telah menemukan dan menjual atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar dilakukan oleh karyawan APOTIK KHADIJA inisial BRL, umur 23 tahun, yakni ginseng kianpi pil, sebanyak 93 dos, obat kuat africa black ant, sebanyak 4 dos, kwitansi penjualan kianpi pil sebanyak 1 lembar.

Atas kejadian ini Karyawan Apotik KHADIJA inisial BRL dan pemilik Apotik inisial YSN, alamat Jalan Brawijaya, Kelurahan Sidodadi dan suaminya inisial M TMR, yang bekerja sebagai Kepala Kantor Pos disalah satu Kecamatan di Polman digelandang Ke Kantor Polres Polman.

Atas perbuatannya, ketiganya bakal terancam Pasal 197 Undang-undang Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.(*)