Kamis, 19 Oktober 2017

Suasana Lapas Kelas IIB Polewali
Kalapas Polewali Koordinasi Bersama Kasat Shabara
Polres Polman
Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas) Jaga Ketat
Pasca Protes Warga Binaan
Kendaraan Patmor Polres Polman Berjejer di Depan Kantor
Lapas Polewali
POLEWALITERKINI.NET – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (KALAPAS) Kelas IIB Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, HARYOTO S.Sos yang baru saja menjabat mengeluarkan kebijakan tegas berdasarkan aturan dari pusat dan berlaku seluruh Indonesia.

BERITA TERKAIT : LAPAS POLEWALI MEMANAS...! PEMICUNYA, WARGA BINAAN TOLAK KEBIJAKAN PEJABAT BARU...

Keinginan Kalapas memberlakukan aturan sesuai SOP tak mendapatkan resfon positif dari warga binaannya, dia inginkan keluarga Narapidana atau Tahanan yang membesuk mengikuti petunjuk dimana jam besuk berlaku sampai jam 2 siang.

Selain itu larangan membawa masuk ke dalam Lapas makanan siap saji seperti Indomie Instan, Rokok dan sejenisnya, karena di dalam Lapas sudah disiapkan Koperasi untuk melayani para Tahanan dan Narapidana.

Keluarga tahanan yang belum mendapatkan Keputusan Tetap dari Pengadilan Negeri tak dizinkan masuk membesuk sebelum mengantongi Rekomendasi dari Kepolisian untuk tahanan Kepolisian begitupun bagi tahanan Kejaksaan dan Pengadilan.

Atas aksi wargan binaan ini Kalapas Kelas II B Polewali, Haryoto S.Sos langsung melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan warga binaan. Hasilnya, bahwa kejadian ini merupakan kesalahan informasi yang beredar di warga binaan yang memang biasa terjadi bagi pejabat baru.

Setelah dijelaskan perwakilan warga binaan akhirnya memahami dan dapat menerima dengan baik bahwa aturan itu sudah berlaku hingga saat ini dan merupakan petunjuk dari pusat, bahkan usai pertemuan langsung melakukan sholat Dzuhur berjamaah.

INI ALASAN WARGA BINAAN PROTES :

Salah satu warga binaan yang minta tak disebutkan namanya memberikan keterangan kepada polewaliterkini.net terkait alasan melakukan protes atas pemberlakuan aturan sesuai SOP dan petunjuk dari pusat di Lapas Kelas IIB Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Penegasan Kalapas baru atas pemberlakuan jam besuk tak boleh melewati jam 2 siang, padahal sebelumnya tak seperti itu. Selain itu keluarga warga binaan yang menitip barang di portir atau penjagaan sudah tak diijinkan lagi seperti sebelumnya.

“Sekarang Kalapas baru 2 hari lalu masuknya, dia tegaskan bahwa besukan tidak bisa menerima lagi selain lewat jam 2, dan anak anak disini merasa anu disini kalau titipan di luar terus tidak disampaikan tidak tiba di pemiliknya.” Kata salah satu warga binaan kepada media.

Tak hanya itu, warga binaan juga tak diizinkan membeli di Luar, sementara harga barang di Koperasi Lapas seperti rokok, sabun cuci melambung tinggi capai kenaikan 30-50 persen. Belum pembatasan uang yang dipegang warga binaan tak lebih dari Rp. 60 Ribu Rupiah.

“Dan itu pun juga barang yang disini tidak boleh beli di luar, sedangkan harga disini seperti sabun cuci di luar Rp. 4.500 sedangkan disini Rp. 8.000. Terus itu uang yang masuk disini tidak boleh melebihi Rp. 60 Ribu Rupiah, nah kalau tak 1 minggu datang sampai 1 bulan kasian anunya keluarganya baru datang, untung untung kalau koperasi mau kasi pinjam kita.” Katanya.

Dia tambahkan, meminta kepada penentu kebijakan untuk melihat persoalan ini secara bijaksana dan tetap menjalankan aturan tetapi kepentingan dan kebutuhan warga binaan tetap terpenuhi dan terjangkau.

Laporan  :  Sukriwandi