Selasa, 14 November 2017

Kiri, Noviyanti Bersama Ana Jirana
Tampak Prajurit TNI Kodim 1402 Polmas Perpanjang SIM
POLEWALITERKINI.NET – Ketika ditemui di ruangan tunggu permohonan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) Adelia Noviyanti Ahmad, siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Polewali dan Ana Jirana, siswa kelas 2 SMAN 3 Polewali, mengaku mengurum SIM karena tak andalkan orang tuanya yang tentara.

BERITA TERKAIT : Ops Zebra 2017 Polman Jaring 637 Pengendara, Pelanggar Tertinggi Pelajar & Mahasiswa! 

Noviyanti Ahmad saat ditanya penulis mengatakan, bapaknya adalah Kapten Inf Ahmad T, S.Sos, M.Si, aktif dalam ketentaraan dan menjabat sebagai Pasi Ter Kodim 1402/Polmas. Sementara Ana Jirana, adalah anak Serka Abd. Halik, yang bertugas di Koramil 01 Polewali.

Noviyanti Ahmad siswi SMA mengaku sejak kelas 2 SMA sudah memulai kursus mengemudi mobil, meski demikian ayahnya menitipkan pesan bahwa tidak bisa mengendarai kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 karena belum cukup umur.

Didikan disiplin ketentaraan yang diberikan ayahnya, membuat Noviyanti Ahmad mengerti akan aturan yang berlaku. Sebagai anak tentara dia tak memanfaatkan untuk melakukan pelanggaran khususnya berkendara.

"Yang penting tahu dulu mengemudi, bukan berarti saya anak tentara saya memanfaatkan itu, karena ayah saya sudah pesankan jika melakukan pelanggaran maka silahkan urus diri sendiri." Kata Noviyanti Ahmad.

Untuk mendatangi sekolah, kebiasaannya naik bentor atau diantar langsung oleh ayahnya yang tinggal di dekat Stadion Pareddeang Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Peraturan sudah ada tentu harus ditegakkan, polisi disini tidak salah karena menjalankan aturan sesuai hukum yang berlaku. Meski demikian saya belum menguasai menggunakan kendaraan roda 2.” Kata Noviyanti Ahmad. 

Sementara itu Ana Jirana, siswa kelas 2 SMAN 3 Polewali ini mengatakan, tinggal di Jalan Rusa, bapanya seorang tentara, Serka Abd. Halik, yang bertugas di Koramil 01 Polewali. Juga sayangnya jika anak tentara mendapat image jelek dari masyarakat.

"Kami anak TNI-AD tentu merasa malu jika image berkembang di masyarakat bahwa kalau anak tentara tidak perlu takut berkendara, sebab nanti bapaknya yang urus jika tertangkap. Kami menghormati tugas Kepolisian dan itu harus dihargai sebagai pelaksana aturan.” Ungkapnya.

Dia tambahkan, kedatangannya di Satuan Lalu Lintas Polres Polman bukan karena terjaring Operasi Zebra 2017, hanya saja usianya sudah mencukupi sehingga memohon SIM C untuk pengemudi roda 2.

Laporan  :  Sukriwandi