Selasa, 12 Desember 2017

Aksi Aliansi Mahasiswa Polman
Demo Mahasiswa Diterima Wakil Ketua II DPRD Polman,
Amiruddin S.H Bersama Anggota
Aksi Pembakaran Bendera Amerika Serikat
POLEWALITERKINI.NET – Unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung Aliasi Mahasiswa Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengacam keras presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

BERITA TERKAIT : MAHASISWA KECEWA : HANYA 1 ANGGOTA DPRD POLMAN BERANI BOIKOT PRODUK AMERIKA

Aliansi Mahasiswa melakukan unjuk rasa di jalan trans sulawesi di perempatan 4, Kelurahan Pekabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Selasa (12/12/2017) siang. Dalam aksinya mahasiswa mebakaran bendara Amerika Serikat bersama Foto Donald Trump.

Mahasiswa juga membawa spanduk dan poster bertuliskan kecaman terhadap presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui secara sepihak memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem. Sekaligus merupakan bentuk kedzaliman terhadap bangsa Palestina.

Dalam orasinya mahasiswa menyatakan Yerusalem merupakan kota suci umat Islam sesuai kitab suci Al Quraan serta bukti-bukti sejarah dunia. Seperti komisi warisan dunia Unesco Persikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dakam konfresi 41 di kota Krakow Polandian, tanggal 5 Juli 2017 lalu, yang menyatakan Yerusalem ibukota Palestina. Sehingga Yerusalem tidak bisa diserahkan kepada Israel.

"Dewan keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah Yerusalem termasuk melalui perundingan tahun 1967." Serunya.

Lerbih lanjut dalam orasinya, resolusi nomor 242 Tahun 1967 yang meminta ISRAEL menarik diri dari tanah yang diduduki pada Tahun 1967, masuk di dalamnya YERUSALEM

Resolusi nomor 478 tahun 1980 terkait penolakan keputusan Pemerintah penjajah ISRAEL yang mencaplok YERUSALEM yang menjadikannya sebagai Ibu kota abadi bagi Negari penjajah ISRAEL.

Kemudian resolusi ketiga nomor 2343 Tahun 2016 yang isinya, Dewan keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan ISRAEL diwilayah perbatasan pada Tahun 1967 termasuk di YERUSALEM tanpa melalui perundingan.

Atas sikap Pemerintah Amerika Serikat, Aliansi Mahasiswa mengecam Donald Trump atas pengklaiman terhadap Yerusalem sebagai ibu Kota Israel.

Kemudian mendesak Pemerintah Daerah Polman untuk mengambil sikap memberikan dukungan terhadap PALESTINA dan mendesak Pemda Polman memboikotseluruh produk dari Amerika.

Tak hanya itu juga mengutuk keputusan sepihak Presiden AMERIKA SERIKAT DONALD TRUMP karna hal itu merupakan bentuk Kedzaliman terhadap Bangsa PALESTINA

Dan mendesak kepada anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan Memperjual belikan produk AMERIKA di Kabupaten Polewali Mandar.

Setelah melakukan di perempatan pancasila, Mahasiswa melanjutkan orasinya pada pukul 10.50 wita depan Gedung DPRD Kabupaten Polman di Jalan H. Andi Depu No. 106 Polewali, Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali.

Pendemo kemudian mengajak anggota DPRD Kabupaten Polman untuk berorasi menyatakan sikap penolakan atas penklaiman Yerusalem oleh presiden Amerika Donald Trump sebagai ibu kota Israel serta bersama sama memboikot semua produk produk Amerika.

Pada kesempatan itu Anggota DPRD Kabupaten Polman dari Fraksi Nasdem H. Syarifuddin menyatakan sikap mewakil anggota DPRD dari Partai Nasden secara tegas dalam menolak atas klaim kota Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel dan memboikot semua produk Amerika di Polman.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Polman, Amiruddin S.H menerima aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Polman. Kata dia di depan Mahasiswa, terkait kecaman terhadap pernyataan Presiden Amerika Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan isu Internasional,  siapa pun itu jangan kan kami anggota DPRD, Masyarakat pun marah atas pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, tanpa adik adik datang disini kami juga sudah menggunakan hak suara kami sebagai anggota DPRD, dimana 45 orang anggota DPRD Kabupaten Polman sepakat menolak klaim atas kota Yerusalem oleh Donald Trump sebagai ibu kota Israel.

“Kita sepakat bahwa persoalan ini jangan dibawah ke soal Agama dimana di Kota Palestina sendiri tidak hanya Islam tetapi terdapat Agama yang lain, sehingga persoalan ini  adalah masalah kemanusian.” Kata Amiruddin S.H.

Laporan  :  *Nadi



PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini