Kamis, 04 Januari 2018


Tampak Tukang Becak Melintas dan Mangkal di Pasar Baru
Polewali Polman
Tukang Becak Saksikan Tukang Bentor Menawarkan
Jasa Angkutan
POLEWALITERKINI.NET - Seiring perkembangan zaman, Jika menoleh ke belakang sekitar 30 tahun lalu, becak bisa dikatakan sebagai salah satu alat transportasi yang diandalkan masyarakat kota Polewali Mandar.

Kini kondisinya berbeda 180 derajat. Tukang becak kian terpinggirkan dan nyaris tak mampu bersaing dengan kehadiran Bentor (Becak Motor). Mereka tergerus peradaban meski bentor diketahui hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur keberadaannya.

Nasib kendaraan dengan tenaga manusia ini sudah menjadi "Barang Langka" di jalan jalan kota Polewali, bahkan gerombolan tukang becak yang sering berseliweran mangkal di sejumlah sudut pasar menunggu dan mencari penumpang kini sudah tak terlihat lagi.

Hmmm mungkin masih ada 1 atau 2 orang yang masih mengayuh becak, tapi itupun tak jelas mangkal dimana, jika jelas mereka adalah sekelompok masyarakat tergolong miskin dan tak mampu membeli bentor.

Naharuddin (55) salah satu mantan tukang becak di Polman mengaku sudah beralih mengemudikan alat transportasi dari becak menjadi bentor, meski demikian, becaknya tetap digunakan mengangkut sayur mayur dan rempah rempah dagangan istrinya ke pasar setiap pagi hari.

"Becak sudah lama saya parkir, nanti saya pakai kalau mau ke pasar bawa jualan mamanya anak anak." Katanya. Kamis 4 Januari 2018.

Terkait keberadaan bentor yang tak beregulasi, Kasatlantas Polres Polman AKP Paulus Patibang saat dikonfirmasi mengatakan becak mulai tergusur ketika bentor bertahap masuk dan menjadi alat transportasi favorit sehingga jumlahnya membludak.

Kata dia, untuk meminimalisir perkembangan bentor, Satlantas kerap kali melakukan operasi terhadap bentor yang melanggar aturan lalu lintas.

"Kemarin saya sudah mulai tindaki bentor apalagi yang lewat jalan poros karena sesuai kesepakatan di DPRD Polman, tidak boleh lewat di jalan poros kecuali pada pagi hari saat membawa anak sekolah." Jelasnya.

Selain itu, kata Paulus, sesuai regulasi lalu lintas bentor dilarang mengambil muatan, kedepan pihaknya segera berkoordinasi dengan pengurus bentor serta Dishub untuk mencari solusi agar tak ada yang dirugikan.

"Saya juga prihatin dengan tukang becak karena boleh dikata mata pencahariannya diambil sama bentor." Kata Mantan Kapolsek Polewali ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Polman, Yusuf Djalaludin membenarkan jumlah bentor sudah melebihi ambang batas, bahkan sudah 2 kali lipat dari batas yang ditetapkan Dishub.

"RDP kemarin di DPRD disepakati jumlah bentor cuma bisa 200 tapi sekarang ini sudah mencapai 500 bentor." Ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Polman, Yusuf Djalaludin.

Dia menambahkan bentor sudah jelas menyalahi aturan dan sangat melanggar karena muatannya berada di depan dengan kecepatan rata rata 50 kilometer per jam, menurutnya bentor hanya bisa mengambil muatan jika ditaruh disamping sama seperti di Provinsi Aceh.

"Bayangkan kalau dia terbalik makanya dalam Undang undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas mengenai pelarangan bentor seperti itu kendalanya." Kata Yusuf.

Lanjutnya, tahun lalu dirinya telah menerima aspirasi para tukang becak lalu diteruskan ke DPRD Polman, namun hingga kini belum ada solusi, Yusuf berharap  ketua pengurus bentor bisa mengantisipasi keadaan jangan sampai jumlah bentor terus membludak.

"Kami di Dishub tidak mampu menghalau persoalan ini kalau ketua bentor tidak ada pengertiannya, perlu ada kesadaran kolektif batas jumlah bentor." Ujar Yusuf.

Becak tak bisa lepas dari secuil sejarah peradaban, meskipun punah becak akan menjadi pajangan museum sebagai bukti sejarah salah satu alat transportasi di Indonesia.

Laporan  :  Z Ramadhana.


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini