Minggu, 01 Juli 2018


POLEWALITERKINI.NET – Terkendala melakukan pengawasan ke daerah-daerah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pun menggandeng Polri untuk mengawasi program BBM Satu Harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BERITA TERKAIT : Harga BBM Hari ini Naik Jadi Rp. 9.500 per Liter, Berikut Jenisnya!

"Ada kendala dari salah satu 5 tugas yang diberikan Pemerintah, yaitu kami belum ada pengawasan ke daerah. Kedua pengawasan kami juga belum ada sampai penyidikan ataupun penindakan." Kata Kepala BPH Migas Fanshrullah Asa usai pertemuan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Jumat (05/01/2018).

"Dengan bantuan Kapolri kita akan mewujudkan semacam Satgas terpadu. Sehingga nantinya tidak hanya sampai ke SPBU atau penyalur, tetapi kita ingun betul-betul terdistribusi tepat sasaran ke masyarakat kecil. Apalagi diutamakan di wilayah 3T terluar, terdepan, terpencil." Sambungnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan membuat tim kecil dan menyusun MOU guna mengetahui apa saja peran Polisi dalam pengawasan ini.

"Langkah yang kami lakukan pertama adalah membentuk tim kecil atau tim teknis antara BPH Migas dengan Polri kita akan menyusun MOU apa saja yang harus dikerjakan dan Polisi dimana saja mainnya." Kata Tito.

Tito memaparkan tugas Polri dalam pengawasan program BBM Satu Harga.

"Polri diberikan tugas untuk bantu mengawasi. Jangan sampai uang negara yang digunakan subsisidi untuk rakyat kecil justru yang menikmati adalah kelas menengah, karennya nanti pengawasan memerlukan jaringan yang luas sampai ke daerah." Jelas dia.

Tito juga mengatakan akan menggelar video conference dengan seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres untuk menangani Satgas. Khusus para Kapolda, Tito mengatakan mengarahkan agar juga berdiskusi dengan para asosiasi pengusaha migas.

"Kita nanti akan bermain mulai di pencegahan sampai ke penindakan penegakan hukum setelah itu kita melakukan video conferrence kepada seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres, Kapolda nanti akan membuat Satgas kemudian juga dengan stakeholder asosiasi pengusaha migas agar membuat mereka paham." Ucap dia.

"Ini artinya warning bagi pemain-pemain yang sudah jalan, kalau ada oknum dari kepolisian yang ikut bermain melancarkan mereka kita akan tindak juga." Tambah Tito.

Terakhir, Tito mengimbau agar program ini juga didukung oleh masyarakat.

"Kami beruda menghimbau supaya BBM 1 Harga bisa didukung Pemerintah dan masyarakat. Kemudian untuk LPG 3 kg bagi yang nggak berhak janganlah itu hak rakyat miskin." Tegas dia.

Sumber : detik.com

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini