Sabtu, 25 Agustus 2018


Dandim Memberikan Keterangan Terkait
Penganiayaan Oknum TNI
atkan oknum TNI berinisial (MY) dari kesatuan Kostrad yang sedang libur cuti lebaran Idul Adha. Langsung mendapat respon cepat dari Kodim 1402/Polmas.


Dihubungi via selulernya, Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Dedi Setia Arianto, menjelaskan, usai mendapatkan informasi pihaknya langsung memerintahkan kepada staf Intel dan unit segera bergerak untuk mencari yang bersangkutan oknum TNI ini dan melihat kondisi korban yang sedang di Rumah sakit.

"Kebetulan yang bersangkutan ini (MY) ini lagi cuti, jadi tidak bisa dikatakan sebagai tersangka melainkan terduga Karena yang bersangkutan ini lagi cuti dan pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dengan mengumpulkan keterangan dari Korban, saksi-saksi dan juga pelaku." Kata Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Dedi Setia Arianto.

Untuk diketahui, Kata Dandim Polmas, personel militer yang berada di wilayah, khususnya di wilayah teritorial Kodim 1402/polmas ini baik dia itu organik yang berada di wilayah Kodim 1402/Polmas ataupun yang melaksanakan libur cuti itu dibawah pengawasan kodim.

"Begitu kita tau ada kejadian ini, yang bersangkutan langsung kita panggil dan dimintai keterangan soal kejadian ini dan yang bersangkutan hingga sampai saat ini masih berada di kantor kodim 1402 Polmas." Kata Dandim, Letkol Arh Dedi Setia Arianto.

Dimana diberitakan sebelumnya bahwa korban Harlis (21), warga Desa Batu Pangadaala, Kecamatan Luyo, diduga aniaya oleh terduga MY oknum TNI akibat di bawah pengaruh minuman keras

Dandim 1402/Polmas, Letkol Arh Dedi Setia Arianto, juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan serta fakta-fakta serta pemeriksaan dan keterangan saksi, bahwa tidak benar bahwa yang bersangkutan (terduga) ini dibawah kendali minuman keras.

"Tidak ada yang mabuk pada saat itu dan ini dikuatkan dengan beberapa keterangan saksi-saksi dari masyarakat dan yang kedua ditemukanya senjata tajam berupa jenis badik milik korban yang dirampas oleh terduga (oknum TNI) dan oleh keluarga telah mengakui jika badik tersebut adalah milik korban." Kata Letkol Arh Dedi Setia Arianto.

"Masalah nantinya siapa yang benar dan yang salah kami belum dapat membuktikan. Tapi pada dasarkanya kami punya niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini, juga akan kami dalami lagi." Kata Dandim

Dandim juga  berharap rekan-rekan media untuk memberitakan secara berimbang dan saya selaku dandim polmas akan melaksanakan secara objektif.

"Sementara staf saya masih melakukan pemeriksaan, kita tunggu hasil pemeriksaannya nanti kita sampaikan ke rekan-rekan media." Tambahnya.(Zik).

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini