Minggu, 16 September 2018

Camat Balanipa Minta Pihak Kampus Tak DO
Kedua Mahasiswanya
Tampak KBO Interogasi (IK) Disaksikan Camat Balanipa
dan Kades Lambanan
POLEWALITERKINI.NET – Sebelumnya dikabarkan Mahasiswi KKN menemukan bayi di wilayah Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Polmam, Sulbar, oleh mahasiswi AR (21 tahun) ternyata hanyalah cerita fiktif belaka.

BERITA TERKAIT : Mahasiswi KKN Temukan Bayi di Wilayah Desa Galungtulu Balanipa!

Fakta mencuak kepermukaan setelah (AR) menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Polman. Kondisi tubuh membuat petugas menemukan kejanggalan begitu pun dengan cerita saksi.

"Saya pikir pikir ada janggal dari cerita saksi, namanya anak gadis bila menemukan bayi secara alamiah pasti cari orang disekitar untuk dilaporkan." Kata KBO Satreskrim Polres Polman, IPTU Mustakim. saat ditemui Rabu malam 13 September 2018.

BERITA TERKAIT : Ngaku Temukan Bayi Sepasang Mahasiswa Disidang Kode Etik!

Selain menemukan kejanggalan pada keterangan (AR), Polwan penyidik PPA pun memeriksa ciri fisiknya ke Bidan, dari hasil pemeriksaan bidan ciri fisik (AR) menunjukkan tanda tanda seperti ibu habis melahirkan sehingga semakin menguatkan asumsi polisi bahwa (AR) adalah ibu kandung bayi tersebut.

"Lalu kita lihat ciri fisik dari cara jalannya, terus kita bawa periksa ke bidan kemudian saksi terindikasi habis melahirkan, dasar itulah kami minta dia mengakui." Kata IPTU Mustakim.

Meski dia belum mengakuinya, namun berdasarkan penyelidikan dan hasil interogasi pacar (AR) bernama IK (21 tahun), dengan melampirkan sejumlah bukti, akhirnya pasangan kekasih ini  tak kuasa mengelak dan mengakui bayi itu adalah anak kandung dari hasil hubungan gelapnya.

"Cerita penemuan bayi di Desa Galung Tulu itu fiktif, dia bikin cerita seakan akan menemukan bayi." Kata Mustakim.

Lebih lanjut, Mustakim mengatakan berdasarkan pengakuan pasangan kekasih ini terkuak fakta baru bahwa (AR) melahirkan bayinya di rumah pacarnya (IK) di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli.

"Motif mereka membuat berita seperti itu untuk menutupi aibnya." Ujar Mustakim.

Meski demikian, Mustakim menjelaskan proses hukum bagi pasangan kekasih (AR) dan (IK) belum dapat disimpulkan terancam sanksi pidana, sebab  motif mereka berbuat cerita fiktif penemuan bayi untuk menutupi aib.

"Sementara kita lihat tidak ada pidana, cuma suatu kelahiran yang biasa saja, kedepan kita akan membantu mencari solusi memediasi dengan pihak keluarganya." Tambah Mustakim.

Sementara itu, Camat Balanipa Arifin Halim mengungkapkan kehadirannya di Mapolres Polman untuk memperbaiki nama baik wilayah Balanipa lantaran cerita lokasi penemuan bayi yang direkayasa kedua pasangan kekasih itu berada di wilayahnya.

"Logikanya memang tidak masuk akal kalau ada bayi ditemukan diantara Desa Lambanan dan Galung Tulu karena disitu perkampungan padat penduduk dan ramai lalu lalang." Jelas Camat Balanipa Arifin Halim.

Meski demikian Camat berharap perbuatan pasangan kekasih (AR) dan (IK) dapat dimaklumi pihak Kampusnya sebab mereka belum nikah dan sangat ingin menyelesaikan kuliah masing masing agar dapat melanjutkan cita citanya.

"Yang namanya kenyataan tidak bisa dipungkiri, saya berharap keduanya tidak di Drop Out (DO) apalagi mereka berdua sudah semester VII  dan sudah KKN."
Harap Arifin Halim.

Saat ini, bayi tersebut ditempatkan di inkubator ruang Ponek RSUD Polewali, sementara kondisi (AR) ibunya masih shok dan kini sudah berada di rumahnya di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, yang sebelumnya ditangani rumah singgah P2TP2A Polman.

Bahkan pihak keluarga (AR) dan keluarga (IK) pun sudah dipertemukan oleh Polri, P2TP2A Polman, Bapas, Peksos dan LBH - Sulbar, alhasil, disetujui untuk menikahkan mereka berdua senin besok.

Laporan  :  Z Ramdhana.

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini