DIHARAPKAN UNTUK TETAP MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19


GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Minggu, 16 Agustus 2020

Polisi Melakukan Reka Ulang di Lokasi Yang Ditunjuk
Ibu TN
Polisi Mulai Curiga Melihat Kendaraan TN
Dari Lokasi ini Polisi Menemukan Kejanggalan
POLEWALITERKINI.NET - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial TN mengaku kepada petugas Kepolisian Sektor Wonomulyo, Resort Polewali Mandar, Sulawesi Barat, seolah olah dia korban jambret dan mengalami kerugian sekira Rp. 23.795.000.

Akal bulus ibu TN ini akhirnya di bongkar oleh pihak kepolisian. Kecurigaan polisi mulai muncul setelah melakukan penyelidikan atas laporannya bahwa telah terjadi pencurian dengan kekerasan dengan cara di jambret.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,SE.,S.I.K mengatakan, awalnya Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial (TN) pekerjaan pengepul gula merah ini melapor kepada pihak Kepolisian bahwa pada hari Sabtu (15/08/2020) sore terjadi pencurian kekerasan (Curas).

“Kita lakukan penyelidikan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (CURAS) tempat kejadian Jalan Poros Wonomulyo-Tapango, Dusun Po Ayam, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Polman yang di alami Ibu (TN) sendiri.” Kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.,SE.,S.I.K.

Kemudian dalam penyelidikan polisi mendatangi rumah ibu (TN) di Desa Bonato Rejo, Kecamatan Tapango, untuk melihat kondisi kendaraan yang di gunakan dan memeriksa kesehatannya di puskesmas pasca pencurian kekerasan yang di alaminya.

“Kita kemudian membawa kendaraan ke lokasi terjadinya jambret (Curas) untuk di lakukan olah TKP, dari situ di temukan kejanggalan, selain keterangannya berubah-ubah juga kendaraan yang di gunakan tidak ada kerusakan, begitu pun dirinya tidak mengalami luka lecet.” Jelas AKP Syaiful Isnaini.,SE.,S.I.K.

Selain itu pemeriksaan saksi saksi kerabat TN tidak ditemukan kesesuaian keterangan sehingga saat dilakukan interogasi akhirnya mengakui perbuatannya bahwa telah berbohong dan kejadian tersebut tidak pernah terjadi.

Upaya membuat laporan palsu dilakukan ibu (TN) ke Polsek wonomulyo, kronologis berawal, pada Sabtu sore (15/08/2020) mengaku pada polisi bekerja sebagai pengepul gula merah di wilayah Kecamatan Tapango.

“Ibu TN ini beralasan meninggalkan rumahnya menuju Wonomulyo menemui HJ. IDA untuk mengambil uang sekira Rp. 23.795.000 untuk kemudian membayar gula para pembuat gula merah. Setelah itu dia membawa uang dan kemudian di sekitar jalan membuat cerita seolah olah di rampok orang tidak di kenal”

Dia bahkan mengaku, di pepet dari samping kanan oleh seorang pengendara motor roda dua. Pria tak dikenal itu kemudian memasuk tangan di kantong kanan jaketnya, menendang motor miliknya hingga dia terjatuh ke kiri jalan dan uang di kantong jaket tersebut di bawa lari.

Kemudian ibu TN mengakui kejadian tersebut hanya rekayasa. Dia ingin menguasai uang untuk pembelian gula merah milik Hj Ida karena terlilit hutang dan bingung untuk membayarnya. Selain itu, juga takut apabila suaminya mengetahui bahwa memiliki banyak hutang.

“Jadi TN ingin menguasai uang milik HJ Ida karena terlilit hutang.” Katanya.

Selain itu ibu (TN) mengaku bahwa hanya uang sejumlah Rp. 12.307.000 yang dia bawa saat itu dari Hj. Ida dan bukan Rp. 23.795.000.

Uang milik HJ Ida sejumlah Rp. 12.307.000 di simpan TN secara terpisah. Pertama di lemari baju miliknya sejumlah Rp. 8.000.000 kedua, dititipkan pada ponakannya sebelum melapor ke Polsek Wonomulyo sejumlah Rp. 4.295.000.

“Dari sejumlah uang tersebut sudah berkurang Rp. 12.000 karena sebelumnya sudah digunakan ibu TN untuk membeli bakso”.

Karena telah berbohong, ibu TN pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya dan mengembalikan uang sejumlah Rp. 12.295.000 kepada Hj. IDA.

“Polisi membuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali terkhusus membuat laporan palsu. Melakukan pemeriksaan tambahan pencabutan laporan”. 

Laporan  : WND

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA