Iklan


 

Masalah Sepele Berujung Senjata Tajam, Berakhir Penikaman di Desa Sugihwaras

Minggu, 07 Juni 2026 | 13:19 WIB Last Updated 2026-06-07T05:33:29Z

Korban penganiayaan. Menjalani perawatan medis di RS Pratama Wonomulyo, Polman. (Foto : Humas Polres Polman).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Satu peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di wilayah Polewali Mandar, kembali mengingatkan kita akan satu hal penting, jangan pernah remehkan perselisihan kecil, karena bisa berubah menjadi bahaya nyawa jika tidak diselesaikan dengan baik.

 

Kejadian tersebut menimpa Sapri (33 tahun), warga Dusun Nganjuk, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo. Pada Sabtu sore, 6 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WITA, korban sedang berada di rumah temannya di Dusun Jombang, tiba-tiba didatangi oleh Sya (43 tahun). Tanpa basa-basi, pelaku yang sudah membawa sebilah badik langsung menyerang korban secara tiba-tiba.

 

Kaget dan terancam nyawanya, Sapri sempat melawan menggunakan kursi plastik yang ada di sekitarnya, lalu berusaha melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Namun kemarahan pelaku tidak mereda, Dia terus mengejar korban hingga sampai ke depan gerbang rumah warga di Jalan Poros Pendidikan, Dusun Jombang. 


Saat korban terjatuh karena kelelahan dikejar, pelaku nekat kembali menusukkan senjata tajamnya, hingga menyebabkan luka pada pergelangan tangan kanan dan jari telunjuk tangan kanan korban.

 

Aksi kekerasan itu baru berhenti saat ada warga lain yang datang dan berani melerai keduanya. Korban yang terluka segera dilarikan ke RSUD Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan medis, sementara kabar kejadian itu dengan cepat dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

Merespons laporan tersebut, personel gabungan Polres Polewali Mandar dan Polsek Wonomulyo segera bergerak cepat ke tempat kejadian perkara. 


Tim yang dipimpin Pamapta Polres Polman, IPDA Ahmad Yakin, langsung melakukan pengumpulan fakta di lokasi, mengamankan barang bukti, serta memastikan seluruh kebutuhan penanganan awal berjalan lancar.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan kepolisian, diketahui akar masalahnya sangat sederhana dan sebenarnya masih bisa diselesaikan dengan cara damai.


Korban dan pelaku hanya sempat terlibat perselisihan ringan pada malam sebelumnya, di sebuah acara masyarakat. Tidak ada sengketa harta, tidak ada masalah besar, hanya ketidakcocokan bicara atau perbedaan pendapat yang dibiarkan begitu saja, tidak diselesaikan, hingga akhirnya menjadi dendam yang meledak keesokan harinya.

 

Bahkan, pelaku yang sempat menghilang setelah kejadian, akhirnya baru menyerahkan diri ke Polsek Wonomulyo sekitar pukul 18.10 WITA dengan didampingi Babinsa Desa Sugihwaras. 


Saat ini pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan mendalam, baik untuk mengetahui motif yang lebih lengkap maupun mengumpulkan seluruh alat bukti demi proses hukum yang adil.

 

IPDA Ahmad Yakin menegaskan, kasus ini adalah bukti nyata betapa berbahayanya jika masalah kecil dianggap tidak penting dan dibiarkan menggantung.


"Kami masih terus mendalami seluruh kronologi dan motif sebenarnya. Namun yang jelas, perselisihan yang terjadi sebelumnya adalah hal yang sepele, tapi karena tidak diselesaikan dengan baik, berujung pada penggunaan senjata tajam yang membahayakan nyawa orang lain." Ujarnya.


Pelaku penikaman menggunakan badik di Nganjuk Desa Sugihwaras, menyerahkan diri di Mapolsek Urban Wonomulyo. (Foto : Humas Polres Polman).

Pelajaran Penting, Masalah Kecil, Jangan Diperbesar Dengan Kekerasan

 

Di lingkungan masyarakat, terutama di desa-desa, perselisihan pendapat, salah paham, atau pertengkaran ringan adalah hal yang wajar terjadi. Namun yang membedakan adalah cara kita menanganinya.

 

Banyak kasus kekerasan seperti ini bermula dari hal yang sepele, salah paham ucapan, rasa tersinggung, pertengkaran ringan di acara umum, atau hal-hal kecil lainnya. 


Ketika rasa tidak suka atau tersinggung itu dipendam, tidak dibicarakan, dan tidak diselesaikan, perlahan akan tumbuh menjadi dendam. 


Ditambah lagi dengan mudahnya akses terhadap senjata tajam tradisional seperti badik atau pisau, masalah yang seharusnya selesai dengan bicara, malah berakhir dengan darah dan proses hukum yang berat.

 

Bagi korban, menderita luka fisik dan trauma batin. Bagi pelaku, masa depan menjadi suram karena harus berhadapan dengan hukum, kehilangan kebebasan, dan dicap buruk di lingkungan masyarakat. Semua itu hanya karena satu masalah kecil yang seharusnya bisa diatasi sejak awal.

 

Solusi Agar Kejadian Serupa Tidak Terulang

 

Menanggapi kasus ini, Polres Polewali Mandar kembali mengimbau seluruh masyarakat, warga desa, hingga para pemangku adat dan tokoh masyarakat untuk lebih waspada dan bijak dalam menghadapi perselisihan:

 

Segera selesaikan sejak awal, jika ada salah paham atau perselisihan sekecil apapun, jangan disimpan atau dipendam. Segera ajak bicara dengan sopan untuk mencari jalan tengah.

 

Libatkan pihak ketiga yang netral, jika sulit diselesaikan berdua, segera laporkan atau minta bantuan Ketua RT/RW, Kepala Desa, tokoh agama, tokoh adat, atau aparat keamanan setempat. Selesaikan dengan cara musyawarah, bukan dengan kekuatan fisik atau senjata.

 

Jangan gunakan senjata tajam untuk menyelesaikan masalah, senjata tajam hanya akan memperburuk keadaan, mengubah perselisihan biasa menjadi tindak pidana berat yang diancam hukuman penjara sesuai Undang-Undang.


Kendalikan emosi saat sedang marah atau tersinggung, berhenti sejenak, tarik napas, dan tenangkan diri. Jangan mengambil tindakan atau keputusan saat emosi sedang memuncak.

 

"Apapun alasannya, kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi yang benar. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya yang baik dan sesuai hukum. Mari kita jaga kedamaian lingkungan kita, jangan sampai hubungan sesama warga rusak hanya karena masalah sepele." Tegas IPDA Ahmad Yakin.

 

Hingga saat ini, kasus penganiayaan tersebut masih terus dalam proses penyelidikan dan pengumpulan bukti oleh pihak kepolisian, untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

 

Warga Wonomulyo dan seluruh masyarakat Polewali Mandar, mari kita sama-sama waspada, selesaikan masalah kecil sebelum menjadi masalah besar, jaga emosi, dan jauhi kekerasan demi kedamaian bersama.


Laporan : Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Masalah Sepele Berujung Senjata Tajam, Berakhir Penikaman di Desa Sugihwaras

Trending Now

Iklan

iklan