![]() |
| Relawan dari Komunitas Sahabat Penyu bersama nelayan tidak hanya berupaya menyelamatkan paus di pesisir Bajoe, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman. (Foto : Nadi). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Dua hari lalu, kehadiran seekor paus pembunuh palsu (Pseudorca crassidens) di pesisir Pantai Bajoe, Kecamatan Binuang, sempat memunculkan kekhawatiran warga.
Mamalia laut itu ditemukan dalam kondisi lemah dan kesulitan berenang, sehingga dikhawatirkan tidak mampu kembali ke habitatnya.
Namun, kabar menggembirakan akhirnya datang. Berkat kepedulian nelayan, warga, dan relawan komunitas pesisir yang terus memantau kondisinya, paus tersebut kini berhasil kembali berenang menuju laut lepas.
Paus itu pertama kali ditemukan nelayan pada Kamis (23/07/2026) di kawasan Teluk Bajoe. Saat itu kondisinya tampak lemah dan beberapa kali terdampar di perairan dangkal. Upaya mengembalikannya ke laut sempat terkendala cuaca buruk, angin kencang, dan air laut yang surut.
Selama dua hari terakhir, relawan dari Komunitas Sahabat Penyu bersama nelayan tidak hanya berupaya menyelamatkan paus tersebut, tetapi juga terus memantau perkembangan kondisinya agar tidak mengalami stres ataupun cedera yang lebih parah.
Ketua Sahabat Penyu, Muhammad Yusri, mengatakan kondisi paus perlahan membaik hingga akhirnya mulai aktif berenang.
"Alhamdulillah, kabar baiknya paus ini sudah berenang ke laut lepas dan saat ini sudah tidak terlihat lagi di kawasan pesisir pantai." Ujar Yusri.
![]() |
| Relawan dari Komunitas Sahabat Penyu bersama nelayan tidak hanya berupaya menyelamatkan paus di pesisir Bajoe, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman. (Foto : Nadi). |
Menurutnya, proses pemantauan dilakukan secara berkala dengan berkoordinasi bersama kepala dusun dan para nelayan. Relawan juga memanfaatkan teropong dan drone untuk memastikan arah pergerakan paus hingga benar-benar menjauh dari pantai.
Kepala Dusun Bajoe, Sunusi, turut mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelamatan mamalia laut tersebut. Dia mengapresiasi kekompakan warga, nelayan, dan relawan yang bahu-membahu menjaga paus selama berada di perairan dangkal.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Bajoe yang sudah peduli. Sekarang masyarakat mulai memahami bagaimana menangani satwa laut yang terdampar agar bisa diselamatkan dengan cara yang benar." Katanya.
Sunusi menjelaskan, pada hari kedua paus tersebut telah berpindah sekitar 500 meter dari lokasi awal ditemukannya dan terlihat berenang di sekitar perairan dekat dermaga sebelum akhirnya menghilang menuju laut yang lebih dalam.
"Hari kedua sudah bergeser dari lokasi awal. Setelah itu terus bergerak hingga akhirnya tidak terlihat lagi." Tambahnya.
Pantauan pada Sabtu (25/07/2026) menunjukkan paus tersebut sudah tidak lagi berada di pesisir Pantai Bajoe. Relawan meyakini mamalia laut itu telah berhasil menemukan jalurnya kembali ke habitat alami di laut lepas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian masyarakat terhadap satwa laut dapat memberikan harapan bagi kelangsungan hidup spesies yang dilindungi.
Respons cepat nelayan, warga, dan komunitas lingkungan membuktikan bahwa penyelamatan satwa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.
Laporan : Nadi

