Iklan

Api Mendaki Bukit Beroangin, Petugas Berjuang Menjinakkannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:58 WIB Last Updated 2026-08-29T13:59:02Z

Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Polewali Mandar, pemadaman kebakaran lahan perkebunan Kakao. Dengan peralatan seadanya, karena terkendala medan. Menyebabkan Armada pemadam kebakaran tidak sampai kelokasi. (Foto : Adi).

PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Kepulan asap terlihat dari kawasan perkebunan kakao milik warga di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu (29/8/2026).


Di tengah kondisi lahan yang mulai mengering akibat musim kemarau, api perlahan membakar vegetasi di kawasan perkebunan.


Namun kali ini, persoalannya bukan sekedar bagaimana memadamkan api.


Titik kebakaran berada di kawasan berkontur dan berada di ketinggian. Medan yang sulit membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat mendekat langsung ke sumber api.


Petugas pun harus berjalan dan mendekati titik kebakaran dengan peralatan yang memungkinkan digunakan di medan tersebut.


Begitu menerima laporan, Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Polman langsung bergerak.


Personel TNI dari Batalyon TP 917 Kris Muda Mandar turut diterjunkan. Satu unit mobil pemadam kebakaran bersama 14 personel dikerahkan ke lokasi.


Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Polman juga telah tiba di sekitar kawasan kebakaran.


Pasi Ops Kodim 1402 Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, mengatakan petugas menghadapi kendala serius karena lokasi titik api berada di tempat yang lebih tinggi dan tidak dapat dijangkau langsung kendaraan.


"Medannya menjadi kendala karena titik api berada di ketinggian sehingga tidak bisa dijangkau langsung oleh unit Damkar." ujarnya.


Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari cara lain.


Satgas Karhutla bersama personel yang berada di lokasi berupaya mendekati titik api dan melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang dapat digunakan secara manual.


"Satgas Karhutla menggunakan peralatan seadanya memadamkan api." Katanya.


Api Kecil, Ancaman Besar. Hingga berita ini diturunkan, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.


Petugas masih berjibaku mencegah kobaran menjalar lebih luas ke kawasan perkebunan kakao maupun vegetasi di sekitarnya.


Situasi ini menjadi pengingat bahwa di tengah musim kemarau, satu titik api dapat berubah menjadi ancaman yang lebih besar.


Lahan yang kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar, sementara angin dapat membantu api berpindah dari satu titik ke titik lainnya.


Bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan dan lahan kering, kewaspadaan menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla.


Tidak membakar lahan sembarangan, tidak meninggalkan api yang belum benar-benar padam, serta segera melaporkan ketika melihat asap atau titik api merupakan langkah sederhana yang dapat membantu petugas bertindak lebih cepat.


Sebab ketika api sudah membesar dan masuk ke medan sulit, pekerjaan yang awalnya bisa dicegah dengan satu tindakan sederhana dapat berubah menjadi perjuangan puluhan personel di lapangan.


Kebakaran di Beroangin kembali memperlihatkan bahwa melawan Karhutla bukan hanya tugas Damkar, TNI, Polri atau Satgas.


Api mungkin bermula dari satu titik, tetapi menjaga agar tidak menjadi bencana adalah tanggung jawab bersama.


Laporan : Nadi/Sukriwandi

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Api Mendaki Bukit Beroangin, Petugas Berjuang Menjinakkannya

Trending Now

Iklan

iklan