.

.

Rabu, 19 Juli 2017

Warga Keluhkan Genangan Air di Tanro Barat
Aktivitas Penimbunan Perumahan
Genangan Air di Depan Rumah Marzuki
Genangan Air di Tanro Barat
POLEWALITERKINI.NET – Warga Lingkungan Tanro Barat, Kelurahan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, keluhkan akitivitas penimbunan persiapan perumahan Villa Mas PT. Mitra Lestari Perkasa. Pasalnya mereka tengarai jadi penyebab terjadinya genangan air saat hujan turun.

Sekira 2 lorong, yakni 1 dan Takwa, Lingkungan Tanro Barat, Kelurahan Polewali, terdampak saat hujan turun, lokasi rumah mereka jadi kebanjiran karena pintu keluar air semua tertimbun dan tersumbat di pintu irigasi dan berkumpul di tengah.

"Dulu tidak begini waktu belum ada penimbunan. Semua air kalau hujan, tidak ada yang tinggal semua lari ketempat yang rendah karena yang ditimbun itu adalah rawa rawa tempat dimana air berkumpul.” Ungkap Bapak Adi, salah satu warga yang terkena dampak penimbunan. Selasa (18/0/2017).

Sementara Marzuki warga lorong takwa yang sudah puluhan tahun tinggal di wilayah itu menyampaikan bahwa selama dirinya tinggal di lingkungan ini tak pernah mengalami kebanjiran seperti kondisi yang dialami.

Kata dia, setelah kegiatan penimbunan persiapan perumahan dimulai baru mengalami kebanjiran dan memenuhi badan jalan di Lorong Takwa, Lingkungan Tanro Barat, Kelurahan Polewali.

Lagian waktu pihak perumahan melakukan penimbunan tak pernah ada penyampaian atau pun sosialisasi kepada kami sehingga kita pasrah saja apa yang terjadi. maumiki apa pak karena lokasinya orang yang dibangun haknya dia karena lokasi tersebut sudah dibeli sehingga ia bebas saja kapan mau membangun.” Ujarnya.

Dia pun berharap kepada pemerintah kabupaten agar mengambil langkah dan solusi terkait dampak banjir di wilayah pemukiman yang rentan menimbulkan penyakit.

Kalau dibiarkan seperti ini maka mayarakat disekitar disini akan terhambat aktivitasnya dan juga rawan akan muncul penyakit DBD karena air tergenang terus sehingga berpotensi timbul bibit nyamuk Demam berdarah.” Kata Marzuki.

Sementara itu kepala kelurahan Polewali, Stefanus Buntu Madika mengatakan bahwa masalah yang ada di wilayahnya yang ditengarai terjadi karena penimpunan lokasi perumahan  sudah dicermati dan dilakukan peninjauan.

"Laporannya sudah ada sampai di kantor dan memang pihak perusahaan waktu akan melakukan kegiatan penimbunan pernah melapor namun untuk dampak kegiatannya baru kita akan melakukan mediasi dengan warga untuk dicarikan solusi agar air yang ada disekitar tidak tergenang lagi dan tidak banjir lagi.” Ungkap Stefanus Buntu Madika.

Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan Hidup  (Bagian Amdal) Hikmah mengatakan, seharusnya pihak perumahan sebelum melakukan kegiatan penimbunan harus ada ijin AMDAL dan tidak sebaliknya menimbun kemudian mengurus ijin.

Perusahaan tersebut melakukan pelanggaran mengadakan kegiatan sebelum ada izin apalagi mereka belum memiliki kajian UKL/UPL, seharusnya itu diurus dulu baru melakukan kegiatan kalau sudah seperti itu bagaimana.” Ungkap Hikmah.
Laporan  :  Erwin Setiawan

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini