Jumat, 09 Februari 2018

Andi Ibrahim Masdar Angkat Bicara Terkait Ijazah
Awak Media Berbincang Bersama Andi Ibrahim Masdar
POLEWALITERKINI.NET – Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Andi Ibrahim Masdar (AIM) angkat bicara terkait penyampaian 2 orang perwakilan massa AMPD, Hasbi dan Indra ke KPU dan Panwas kaitan dugaan ijazah palsu yang melibatkannya.

BERITA TERKAIT : Unras AMPD di KPU & Panwas...! Laporkan Kejanggalan Ijazah SMA Bupati Polman...

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar mengatakan, sebagai calon tentu dalam prosesnya ada riak yang mewarnai dan setiap ada sesuatu yang menjadi celah akan digunakan oknum tertentu. Meski dia menyakini yang melakukan itu bukanlah kompetitor atau pesaingnya.

“Yang namanya kita calon ia pasti ada riaknya, apa saja yang bisa dijadikan riak itulah yang mereka lakukan. Saya yakin dan percaya bukan kompetitor saya di Polewali yang bikin demo, orang dari luar yang ada kepentingannya masalah Pilgub ke depan.” Kata Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Jumat (09/02/2018).

Bahkan lanjut dia aksi unjuk rasa yang terjadi kemarin di kantor KPUD dan PANWAS Polewali Mandar, sama dengan aksi yang dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Makassar, Sulawesi Selatan (SULSEL) dengan sangkaan yang mereka buat.

“Ini sama dengan demo yang dilakukan di Kajati, demo di Kajati itu bukan kompetitor (Pesaing) saya di Polman yang lakukan, tapi orang yang di luar mengambil kesempatan dalam Pilbup Polman ini, bagaimana mencari dan melaporkan saya macam-macam, karena ke pentingan Pilgub ke depan.” Kata Andi Ibrahim Masdar.

Dia menduga bahwa oknum tertentu beranggapan selama dirinya masih menjabat sebagai Bupati Polewali Mandar, mereka akan kesulitan memenangkan Pemilihan Gubernur yang akan datang.

“Menurut dia, selama saya masih berkuasa di Polman ini susah mengalahkan orang Polman untuk jadi Gubernur ke depan.” Ujar Andi Ibrahim Masdar.

Menyoal Ijazah miliknya yang dilaporkan janggal, Andi Ibrahim Masdar mengatakan, bukti foto copy Ijazah tentu akan sulit menyerupai Aslinya, dia bahkan meminta kepada pihak yang menyoal untuk kroscek ke sekolahnya, alasannya Ijazah itu sudah digunakan sebelumnya menjadi anggota DPR.

“Kan bisa dilihat, namanya bisa dilihat, kalau kita mau ia sebagai Hamba Allah yang baik cek langsung dong ke sekolah saya. Ini kan Ijazah sudah saya pake 3 periode di DPR, sekarang saya masuk di periode ke 2 jadi hampir 5 periode saya pakai dan dipersoalkan sekarang.” Kata AIM.

Meski demikian dirinya tak menyikapi dengan emosi, bahkan dia bersyukur dengan adanya demo yang menyoal Ijazah bisa lebih meyakinkan masyarakat bahwa Surat Tamat Belajar miliknya tidak diragukan lagi.

“Dengan demo itu saya tidak marah, saya justru bersyukur karena semakin jelas di Masyarakat bahwa saya tidak menggunakan itu. Selama ini ada Isu itu dan kini jadi bagus karena menyoal itu dan semuanya akan jadi terang.” Ungkap AIM.

Ketika ditanya apakah ada tim khusus untuk melakukan upaya memperbaiki nama baiknya, AIM memilih untuk bersabar dan tidak terpancing dengan Isu yang merugikan dirinya.

“Semua ada tim, tapi kalau hanya itu tidak usah lah, buang buang waktu, karena saya ini orang politik, yang seperti itu orang tua saya ajarkan lebih bagus lawan sesuatu dengan sabar, karena sabar itu adalah emas.” Tutup Andi Ibrahim Masdar.

Laporan  :  Sukriwandi

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini