Senin, 19 Maret 2018


POLEWALITERKINI.NET – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, direncanakan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2020.

Perwakilan Dirjen  pengembangan SPAM, Suli Melayati menyampaikan, target pemerintah,   di tahun 2019 mencapai 100 persen pengembangan SPAM, dan ditahun 2035 Pemerintah berusaha menjamin ketersediaan  pengelolaan kebutuhan air bersih sampai anak dan cucu generasi bangsa tetap terpenuhi.

“Kontruksi pembangunan akan dimulai ditahun 2020 dikarenakan dalam perencanaan tersebut membutuhkan persiapan yang matang serta melalui beberapa koridor yang sudah menjadi ketentuan  baik, dari segi lelang, penininjauan lokasi dan perencanaanya.” Ungkap Suli pada saat pertemuan pertemuan sinkronisasi perjanjian kerja sama teknis SPAM regional di Baruga Todilaling Matakali, Kamis 15 Maret 2018.

Terkait pembiayaan, dari dana APBN yang memiliki  keterbatasan, dan tidak mampu memaksimalkan kinerja tersebut. Untuk itu,  dibutuhkan kerjasama terhadap pihak swasta sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan menteri PU dan PR.

Menanggapi keinginan Pemprov Sulbar yang ingin mempercepat pembangunan SPAM, dari pihaknya sangat tidak mungkin dilaksanakan di tahun 2019, hal tersebut dibutuhkan perencanaan yang lebih matang dari pihaknya.

Sementara itu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar sangat mengharapkan pembangunan SPAM tersebut bisa dilaksanakan pada tahun 2019.

Ali Baal menyampaikan, untuk percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Bahkan, untuk pembangunan SPAM tersebut, Pemprov Sulbar siap mengalokasikan  dana sebesar Rp 1 Miliar.

“SPAM merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat Sulbar, dimana Polman memiliki limpahan air  yang sangat banyak  begitupun Kabupaten Majene, tetapi untuk daerah Majene ketersediaan air baku tersebut masih sangat minim. Untuk sarana dan prasarana sangat dibutuhkan kerjasama dari pihak swasta demi memenuhi kebutuhan air  di seluruh wilayah masyarakat Sulbar.“ Kata Ali Baal Masdar.

Pembangunan SPAM lanjut Ali Baal Masdar, akan terbagi dalam beberapa tahapan diawali dari kabupaten Polman dan Majene, selanjutnya akan dikembangkan di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, begitupun Pasangkayu memiliki tingkat air yang kurang bersih.

Sementara itu Plt.Bupati Polman, Amujib mengatakan, Pemkab Polman dan Majene pada prinsipnya akan mengikuti apa yang menjadi arahan dan  petunjuk yang telah disetujui Gubernur Sulbar. Hanya saja, dibutuhkan data yang kongkrit jumlah besaran anggaran yang akan digunakan, sehingga Pemkab Polman siap menghadapi pembangunan SPAM yang akan dibuat .

“Seluruh dokumen sudah tertuang antara Pemkab Polman dan Majene maka pihak kami akan mengikuti hasil kesepakatan hari ini.” Tandas Amujib yang juga jabat  Kepala BKD Kulbar.

Ditempat sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulbar, Nasaruddin menyampaikan, pembahasan SPAM tersebut memang sudah beberapa kali dilakukan, dimana pemerintah pusat merespon baik keinginan Pemprov Sulbar. Hal tersebut memang sangat penting mengingat kebutuhan air bersih dikalangan masyarakat Sulbar masih minim.

Dia tambahkan, sekiranya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dapat memperhatikan kewajiban masing-masing dalam kepengurusan tersebut, baik dari penyediaan dokumen, lokasi dan anggaran agar kedepan tidak lagi menghambat proses yang sudah direncanakan secara bersama.

“Terkhusus penyediaan air baku hingga 2020 sumber daya alam kita ke depan akan berjalan, sehingga apa yang kita harapkan dalam 2 tahun kedepan dapat tercapai sebagaimana mestinya.” Papar Nasaruddin.

Menyikapi ini Direktur PDAM Polman, Fadhly Anwar mengutarakan, dukungan dan support terhadap pemerintah daerah maupun pemkab, untuk pembangunan SPAM regional, itu merupakan salah satu kepentingan bagi PDAM Polman.

“Yang paling inti, sebagai PDAM kami hanyalah operator yang harus mendukung penuh kebijakan pemerintah.”
Bebernya.

Hanya saja, kata Fadhly Anwar ada beberapa kendala yang dialami, dimana ketersediaan air sangat banyak tetapi sangat minim dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung penyediaan  kebutuhan air baku bagi masyarakat.

“Pipa yang tersedia 10 liter, tetapi pemanfaatannya hanya 5 liter, jadi ada air yang tidak termanfaatkan. Sangat sayang kalau kita sudah membangun fasilitas tetapi berjalan dengan tidak maksimal.” ucap Fadhly.

Plt. Direktur PDAM Majene, Burhanuddin mengharapkan sekiranya pertemuan itu tidak hanya membahas angan-angan kosong belaka, tetapi dapat segera terlaksana mengingat Kabupaten Majene sangat membutuhkan ketersediaan air baku.

“Kabupaten Majene tiap tahunnya mengalami penambahan penduduk dengan adanya Unsulbar sebagai perguruan tinggi, sehingga  di tiap tahunnya terdapat kurang lebih tiga ribu tambahan penduduk, sedangkan kondisi masyarakat yang sekarang saja PDAM tidak sanggup memenuhi kebutuhan air itu. Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah meninisiasi program tersebut.” Ungkap Burhanuddin.

Rapat tersebut selain dihadiri Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Plt. Bupati Polman, Amujib dan rombongan Dirjen pengembangan SPAM, turut pula hadir para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, jajaran Pemkab Polman, Direktur PDAM Polman, Fadhly Anwar dan Plt. Direktur PDAM Majene, Burhanuddin serta tamu undangan. (*Istimewa)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini