Kamis, 12 April 2018



POLEWALITERKINI.NET - Walikota Tomohon, Jimmy Feidy Eman, SE bersama Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Surait, di Gedung Dinas Pendidikan Kota Tomohon, Sulawesi Utara, meniup peluit  panggilan darurat anak indonesia menandai dimulainya Kampanye Tomohon Bebas Kekerasan Terhadap Anak.

BERITA TERKAIT : Menangis Keras, Siswi SMP di Polman Selamat Dari Percobaan Perkosaan Bapak Kandungnya!

Mereka berkampanye bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dr. Dolvin Karwur, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Tomohon Joice Worortikan, Dewan Pembina LPA Provinsi Sulawesi Utara, Aryanti Baramuli Putri, Ketua LPA Sulut, Jull Takaliuang, pegiat Perlindungan Anak dan Perempuan, Jolanda Kalontang dihadapan ratusan anak-anak SD dan SMP, Guru, Lurah dan Camat. Rabu kemarin (11/04/2018)

Dihadapan ratusan anak-anak peserta didik, guru, lurah dan Camat, Walikota Tomohon menyampaikan pesan moral bahwa senyum anak-anak adalah senyum orang tua. Oleh sebab itu mari dan mari kita jaga dan lindungi anak kita baik di rumah di sekokah maupun di ruang publik dari segala bentuk kekerasan, penganiayaan dan eksploitasi anak.

BERITA TERKAIT : TIM OPSNAL POLRES POLMAN BEKUK 3 DARI 6 ORANG DIDUGA GILIR ANAK USIA 14 TAHUN! 

Mari kita cipta dan tumbuhkan setiap kelurahan dan rumah di kota Tomohon ramah dan layak bagi anak. Jika Tomohon sudah mendapat predikat Kota Bunga dan Kota Religius sebelumnya, dengan dimulainyanya Kampanye Sejuta Peluit untuk Anak Indonesia hari ini.

Ayo kita satukan tekat untuk menjadikan Tomohon  sebagai kota Layak  bagi Anak, demikian ajakan  dan pesan moral  disampaikan  Walikota Tomohon dengan ditandai meniup Peluit  "Emergency Call for Child Abuse" berulang-ulang.

Joice Worotikan selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Tomohon dalam laporannya menyampaikan, bahwa LPA Kota Tomohon Bersama Pemerintah Kota Tomohon terus menerus mendorong partisipasi anak-anak dan masyarakat untuk menjadikan Rumah dan Kota Tomohon Bebas dari berbagai Kekerasan Terhadap Anak.

Sebagai langkah melibatkan anak dalam berbagai kegiatan LPA Kota Tomohon bersama Dinas Pendidikan Tomohon sepanjang April hingga Agustus 2018 akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan mulai dari  Lomba Kelurahan Layak Anak, Lomba Pidato dan Orasi Anak, Jambore Forum Anak Tomohon, yang akan dilakukan sepanjang bulan Agustus bersamaan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2018 yang akan diakhiri pada Hari HUT Republik Indonesia 2018.

Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak yang ikut hadir dalam acara Launching Kampanye Sejuta Peluit Panggilan Darurat Terhadap ancaman kekerasan Anak, meminta  kepada semua orangtua, guru untuk membekali anak dengan peluit sebagai alat bagi anak untuk melawan kekerasan dan ancaman kekerasan baik yang dilakukan di lingkungan rumah, sekolah dan di tempat bermain anak.

Bagi anak-anak yang merasa terancam keselamatannya anak bisa langsung meniup peluit sekuat tenaga sebagai peringatan dini.

Di rumah juga anak bisa menjadi wasit dengan meniup peluit jika ayah dan ibu bertengkar atau mungkin juga melakukan kekerasan. Prikik!! untuk kekerasan. Demikian juga jika terjadi di lingkungan sekolah, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait dalam sessi sosialisasi Sejuta Peluit Emergency Call untuk Ancaman Kekerasan Terhadap Anak.

Arist menambahkan, acara serupa juga akan dikakukan di Minahasa Selatan, Minahasa Utara demikian juga di Kota Bitung dirangkai dengan acara pelantikan LPA dimasing-masing kota dan Kabupaten.

Secara keseluruhan, Komnas Perlindungan Anak yang selalu ada dan hadir untuk anak Indonesia bersama seluruh LPA di Sulut bertekat menjadikan Sulawesi Utara Ramah dan Layak Bagi Anak. Bebaskan Anak dari Kekerasan Sekarang Juga.(***)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini