Senin, 10 September 2018

Diskusi Terlaksana di Pendopo, Wonomulyo, Polman
Foto Bersama Usai Kegiatan
POLEWALITERKINI.NET – KPM-PM Cabang Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gelar diskusi Film & Dialog Keperempuanan dengan Tema "Problematika Keperempuanan Dari Perspektif Perempuan dan Islam" di Pendopo, Kecamatan Wonomulyo. Jum'at, (07/08/2018).

Ketua Panitia, Muhammad Arham mengatakan, berinisiasi membuat kegiatan ini untuk mengkaji problematika keperempuanan tidak hanya dari perpektif perempuan tapi menconversikan dengan nilai-nilai ke Islaman.

Tentunya dimata kami lanjutnya, melihat hari ini yang terjadi pada perempuan milenial itu dianggap sebagai suatu fenomena yang biasa-biasa saja yang sebenarnya itu adalah salah satu bentuk konsturuksi sosial yang menghegemoni nalar perempuan yang akhirnya berefek kepada dekadensi nilai-nilai kemuliaan perempuan dan peradaban hari ini. 

Kata dia, peran agama dalam hal ini islam, tentunya mampu menjadi isntrumen pembebasan penjarah dekadensi moral.

Dalam kegiatan ini sejumlah tamu undangan menghadiri diskusi film dan dialog keperempuanan, diantaranya Ketua Umum PP KPM-PM, Ketua KPM-PM Cabang Mapilli, Ketua KPM-PM Cabang Luyo, Ketua KPM-PM Cabang Tinambung.

Hadir pula kordinator Cabang dan tentunya sejumlah senior demisioner dan alumni juga turut hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan.

Selain internal KPM-PM itu sendiri,  kegiatan ini juga di hadiri sejumlah organisasi mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang ada di Polewali Mandar.

“Ada kawan-kawan dari PMII Rayon FAI Unasman, Kimisariat PMII IAI DDI Polman, HMI Komisariat FKIP Unasman, IMM Polman, IPM SMK Muhammadyah Wonomulyo, KPA Natural Polman dan Tunas Muda Mudi Wonomulyo (TUO).” Kata Ketua Panitia, Muhammad Arham.

Sementara hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan Diskusi Film & Dialog Keperempuanan ini adalah senior alumni KPM-PM, yakni Ayunda Nilawati S.Sn, Kakanda Mas'ud Saleh selaku Mantan Ketua Umum KPM-PM.

“Mereka mengapresiasi karena secara fungsional memang seharusnya sudah seperti ini, terus memberikan dedikasi kepada adik-adik sebagai bentuk pendewasaan dan pembelajaran demi generasi yang berkemajuan.” Ungkap Muhammad Arham.

Antusias peserta tampak menarik dalam dialogis dimana mereka mengajukan pertanyaan atau pernyataan selama kegiatan berlangsung.

Dia tambahkan, kendati dalam kegiatan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan teknis tentunya akan jadi sebagai pembelajaran untuk kegiatan yang lebih baik lagi kedepan.(***)

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini