GUNAKAN MASKER PADA TEMPATNYA , LINDUNGI DIRI, LINDUNGI SESAMA

Kamis, 09 September 2021

  • September 09, 2021
  • Grup Media Bakri Centre

POLEWALITERKINI.NET - Pasca kebakaran di Lapas Tangerang yang menewaskan sebanyak 41 orang napi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, langsung melakukan pengecekan instalasi listrik dan sejumlah alat pemadam yang ada di dalam lapas.

Hal ini dilakukan untuk memastikan alat ini berfungsi dengan baik demi mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Lapas Tangerang.

Kepala Lapas Kelas II B Polewali, Abdul Waris mengatakan, langkah pertama dilakukan adalah langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengecek instalasi listrik yang ada di dalam lapas.

Pengecekan ini khususnya di blok atau kamar hunian. Selain instalasi listrik, petugas juga mengecek alat pemadam kebakaran yang terpasang disejumlah titik di dalam lapas.

"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga korban mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT." Kata Kepala Lapas Kelas II B Polewali, Abdul Waris.

Pihak Lapas Polewali juga menghimbau kepada seluruh petugas khususnya petugas pengamanan untuk selalu rutin melakukan kontrol pengecekan kamar hunian napi.

"Tadi waktu selesai shalat duhur, berjamaah kami juga telah menghimbau kepada seluruh warga binaan untuk menjaga instalasi di kamarnya tidak menyalahgunakan instalasi yang ada sehingga tidak terjadi kejadian seperti di lapas Tangerang." Tambah Abdul Waris.

Saat ini lapas Polewali dihuni sebanyak 464 orang yang terdiri dari 460 napi laki-laki dan 4 orang napi perempuan. warga binaan Lapas Polewali didominasi oleh napi kasus Narkoba sebanyak 325 orang.

Menjadi catatan bahwa Lapas Polewali ini sudah over kapasitas, dimana maksimalnya hanya sekitar 250 orang, namun kini dihuni sebanyak 464 orang.

"Lapas kita sudah over kapasitas sebanyak 75%." Jelas Abdul Waris 

Sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan saat mengalami over kapasitas, pihak lapas Polewali terpaksa hanya memaksimalkan kamar hunian yang ada.

"Kami juga telah mengajukan kepada kepala Kantor Wilayah dan pimpinan di pusat untuk penambahan kamar hunian di dalam lapas ini." Ujara Abdul Waris.

Laporan : Ant

PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini

INFO CORONA