Iklan

iklan

Benarkah Alasan Pria Ngamuk Bawa Parang Karena Soal Administrasi? Simak Yuk

Senin, 17 Oktober 2022 | 22:23 WIB Last Updated 2022-10-17T23:03:21Z

Purniawati, Kepala Ruangan Sakura  perawatan bersalin. Foto : Acho Metro


PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Pihak RSUD Hajjah Andi Depu melalui Kepala ruangan sakura, perawatan bersalin menepis masalah administrasi yang menjadi penyebab pria mengamuk dirumah sakit yang merupakan suami dari pasien bersalin. 


Akibat kejadian pria mengamuk membawa parang di area rumah sakit  yang terjadi pada. Kamis (13/10/2022) lalu membuat heboh dan menjadi viral  dikalangan masyarakat dan sejumlah  platform sosial media.


Purniawati, Kepala Ruangan Sakura  Perawatan Bersalin tempat istri pria itu dirawat menuturkan, selama pasangan suami istri ini berada di rumah sakit tidak memperlihatkan gelagak aneh namun seperti halnya pasangan pada umumnya normal-normal saja.


Diketahui Ibu Yuliana istri dari pria yang ngamuk tersebut, masuk ke rumah sakit karena bersalin dengan menggunakan  jaminan  jampersal. "Dia masuk pada hari Sabtu sore  namun Yuliana harus di operasi sesar tepat pada hari Minggu." Ucapnya.    


Terkait administrasi, Purniawati mengatakan, sebenarnya berkasnya yuliana ada yang belum lengkap. namun pihaknya tidak mempesoalkan masalah itu. 


Menurutnya, selama Ibu Yuliana dirawat di rumah sakit Hajjah Andi Depu tidak pernah melibatkan suaminya dalam mengurus kekurangan kelengkapan administrasi, semua diurus petugas rumah sakit. 


"Pada dasarnya saat ini pihak RSUD Hajjah Andi Depu mempermudah segala bentuk administrasi pasien baik rawat jalan maupun rawat inap." Kata Purniawati.


Lanjut, ia menceritakan, pada hari terakhir di rumah sakit, suami Yuliana  datang sekitar jam 10-an, tepat dokter ada dan telah mengizinkan Yuliana pulang namun waktu ditanya berkasnya ternyata dihilangkan suaminya. 

 

"Kita minta berkas yang asli eh malah dikasi hilang berkas SKTM yang aslinya, karena untuk mengklaim e-kohort harus di copy dan dikirim Dokumen asli." Ujarnya.


Meski demikian, petugas kembali berinisiatif membantu dengan menghubungi kepala desa bersangkutan dan menjelaskan bahwa SKTM pasien Yuliana hilang.


'Kita minta dibuatkan kembali SKTM asli dan agar file Pdfnya dikirim melalui via email." Kata Purniawati saat di temui di ruang humas RSUD Hajjah Andi Depu. Sabtu (15/20/2022).


Seluruh proses administrasi terhadap pasien Yuliana tidak ada kendala , bahkan petugas rumah sakit mengambil alih dan membantu menguruskan berkasnya yang dihilangkan oleh suaminya.


"Jadi tidak benar apabila ada informasi bahwa sebab akibat pria yang ngamuk di RSUD Hajjah Andi Depu karena persoalan administrasi yang ribet di rumah sakit." Tegas Purniawati.

 

Kata Purniawati, ibu Yuliana memiliki tiga orang anak dan dia berada di rumah sakit selama empat hari. Kondisi ini dimungkinkan suaminya depresi, selain itu kondisi cuaca yang cukup panas di Polewali Mandar.


"Bapak ini juga bercerita langsung kepada bidan pasca kejadian itu, bahwa perasaan dia pada saat itu lagi marah dengan seseorang sesamanya warga mamasa di rumah tunggu. Terus bidan tanya kenapa ki ke rumah sakit dia bilang mau ka kejar itu orang, karena setahunya orang yang dia maksud juga berobat di rumah sakit." Terangnya. 


Dia tambahkan, bahwa Yuliana  bersama suami dan ketiga anaknya kini telah kembali ke daerahnya di jemput mobil dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.


Laporan : Acho Metro

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Benarkah Alasan Pria Ngamuk Bawa Parang Karena Soal Administrasi? Simak Yuk

Trending Now

Iklan

iklan