![]() |
| Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Barat tiba di lokasi untuk melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti. (Foto : Fadli A). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Suasana Kampung Timorang, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, belum sepenuhnya pulih pasca ledakan keras yang mengguncang permukiman warga beberapa hari lalu.
Di rumah sederhana yang sebelumnya menjadi lokasi ledakan, garis polisi masih terpasang, sementara warga memilih berbicara pelan setiap kali insiden itu dibahas.
Pada Jumat pagi (15/05/2026), tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Barat tiba di lokasi untuk melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti. Kedatangan aparat bersenjata lengkap itu kembali menarik perhatian warga sekitar yang sejak awal dibuat cemas oleh peristiwa tersebut.
Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam dengan pengamanan aparat kepolisian dan unsur pemerintah desa. Hadir dalam kegiatan itu Babinsa Desa Tonyaman Sertu Kamaruddin, Bhabinkamtibmas Bripka Masrul, personel Satpolair, perangkat desa, serta keluarga dan kepala dusun setempat.
Petugas tampak fokus melakukan pemeriksaan di area kios yang berada di bagian rumah pelaku. Tempat itu diduga menjadi titik utama ledakan terjadi.
Kepala Desa Tonyaman, Nursan, membenarkan adanya kegiatan penyelidikan oleh tim Gegana di lokasi kejadian.
"Iya memang benar ada penggeledahan dari tim Brimob. Tapi saya tidak sempat hadir karena ada kegiatan lain. Yang mendampingi tadi staf desa dan kepala dusun." Ujarnya saat dikonfirmasi.
![]() |
| Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Barat tiba di lokasi untuk melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti. (Foto : Fadli A). |
Sementara itu, staf Desa Tonyaman, Tardi, yang ikut mendampingi proses penggeledahan menjelaskan bahwa petugas tidak memasuki seluruh bagian rumah, melainkan hanya memeriksa area kios tempat ledakan terjadi.
"Petugas fokus di kios jualan. Ada beberapa barang yang diamankan seperti pupuk dan serpihan sisa ledakan." Katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian dari Polres Polewali Mandar belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun dugaan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Sebelumnya, ledakan itu menyebabkan seorang nelayan bernama Haris (47) mengalami luka serius. Warga Kampung Timorang tersebut diduga terkena ledakan saat merakit bom ikan di rumahnya sendiri. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Polewali Mandar.
Ancaman Lama di Wilayah Pesisir
Peristiwa ini kembali membuka persoalan lama tentang praktik penggunaan bom ikan yang hingga kini masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Barat.
Meski dilarang keras karena merusak ekosistem laut dan membahayakan keselamatan manusia, praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak masih sesekali ditemukan.
Faktor ekonomi, lemahnya pengawasan, hingga kebiasaan lama disebut menjadi penyebab sulitnya praktik tersebut benar-benar hilang.
Padahal dampaknya tidak hanya merusak terumbu karang dan habitat laut, tetapi juga mengancam nyawa pelaku sendiri maupun masyarakat sekitar.
Ledakan di Kampung Timorang menjadi bukti bahwa bom ikan bukan hanya ancaman bagi laut, tetapi juga bisa berubah menjadi bencana di tengah permukiman warga.
Kini, warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Sebab selain meninggalkan luka fisik, dentuman ledakan itu juga menyisakan trauma dan kekhawatiran di kampung kecil yang selama ini hidup bergantung pada laut.
Laporan : Fadli A


