![]() |
| Mahasiswa STIKES Bina Generasi Polewali Mandar, antusias mengikuti sosialisasi hukum, narkoba dan '3 dosa besar pendidikan." (Foto : NAdi). |
PolewaliTerkini.Net - POLMAN - Menjadi tenaga kesehatan bukan hanya soal menguasai ilmu dan keterampilan medis. Ada tanggung jawab yang lebih besar yang harus dibangun sejak bangku kuliah, menjaga diri dari narkoba, menghormati orang lain, serta memahami batas antara perilaku yang benar dan tindakan yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Pesan itu mengemuka dalam sosialisasi Hukum dan Bahaya Narkotika serta “3 Dosa Besar Pendidikan” yang digelar STIKES Bina Generasi Polewali Mandar (Polman). Rabu, 02 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut mendapat antusiasme mahasiswa. Dua isu yang dibahas sebenarnya berbeda, tetapi memiliki satu titik temu, masa depan generasi muda dapat rusak ketika seseorang tidak memahami risiko dari pilihan dan perilakunya.
Pada sesi pertama, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Polman melalui Sultan Sulaeman mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman narkotika yang terus berkembang.
Narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum. Penyalahgunaan narkotika dapat membawa dampak panjang terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan hingga masa depan seseorang.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya mengenali jenis dan bahaya narkotika, tetapi juga memahami bagaimana lingkungan pergaulan maupun pola peredaran yang semakin beragam dapat menyeret generasi muda ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Bagi mahasiswa kesehatan, pesan tersebut menjadi semakin penting. Mereka kelak akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan. Integritas pribadi dan tanggung jawab profesi harus dibangun sejak sekarang.
Tidak kalah penting, sesi berikutnya membahas apa yang dikenal sebagai "3 Dosa Besar Pendidikan", yakni bullying, kekerasan seksual dan intoleransi.
Materi yang disampaikan Agtharina Ikamula Putri dari Kejaksaan Negeri Polman mengajak mahasiswa melihat bahwa kekerasan dan perundungan bukan sekedar persoalan antara pelaku dan korban, tetapi dapat membawa konsekuensi hukum serta meninggalkan dampak panjang bagi korban.
Lingkungan pendidikan semestinya menjadi tempat seseorang merasa aman untuk belajar, berkembang dan membangun masa depan. Karena itu, tindakan merendahkan, melakukan kekerasan seksual maupun memperlakukan orang lain secara tidak adil karena perbedaan tidak boleh dianggap sebagai candaan atau persoalan sepele.
Bagi calon tenaga kesehatan, pemahaman tersebut memiliki makna yang lebih luas.
Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memahami etika, tanggung jawab hukum dan standar profesi ketika kelak memberikan pelayanan kepada pasien.
Jaksa Ika juga memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab tenaga kesehatan apabila terjadi kelalaian dalam pelayanan, termasuk konsekuensi hukum dan administratif yang dapat muncul apabila standar profesi tidak dijalankan.
Wakil Ketua I STIKES Bina Generasi Polman, Akbar, berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan yang didengar mahasiswa di ruang kegiatan.
Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai disiplin, toleransi dan kepedulian, baik di lingkungan kampus maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Sebab pendidikan tidak hanya menghasilkan orang yang pintar secara akademik.
Pendidikan juga membentuk karakter. Kampus yang bebas narkoba, bebas perundungan, bebas kekerasan seksual dan menjunjung toleransi menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang nantinya dipercaya melayani masyarakat.
Pada akhirnya, pesan kegiatan ini sederhana, sebelum menyembuhkan orang lain, calon tenaga kesehatan harus belajar menjaga dirinya sendiri; sebelum mengabdi kepada masyarakat, mereka harus memahami hukum, etika dan kemanusiaan.
Dari ruang kelas dan lingkungan kampus itulah masa depan tenaga kesehatan Polman sedang dibentuk, bukan hanya melalui ilmu yang mereka pelajari, tetapi juga melalui pilihan untuk menjauhi narkoba, menghormati sesama dan berani menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi semua.
Laporan : Nadi
