Minggu, 18 Maret 2018

Kepala Kementerian Agama Polman, Imran Bersama Ajbar
POLEWALITERKINI.NET – Kasus percobaan persetubuhan anak sendiri kembali terjadi di Polewali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kejadian sama juga terjadi sebelumnya dimana ayah kandung menghamili anaknya di Desa Ambo Padang, Kecamatan Tubbi Taramanu.

BERITA TERKAIT : Menangis Keras, Siswi SMP di Polman Selamat Dari Percobaan Perkosaan Bapak Kandungnya!

Terkait itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, H Imran K. Kesa S.Ag, M.Pd ketika ditemui mengatakan, perbaikan menyeluruh dan terpadu, dengan pendekatan pada masyarakat untuk membangun moral.

“Kita harus menciptakan 1 pendidikan yang menyentuh kebutuhan rakyat bawah sampai rakyat atas, dalam artian bagaimana menciptakan moral yang bagus.” Kata Imran K. Kesa S.Ag, M.Pd.

BERITA TERKAIT : Ketahui...! 5 Penyebab Bapak KandungSetubuhi Anak Sendiri...

Kata dia, menciptakan moral yang bagus tak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama namun seluruh Stakeholder dan masyarakat terutama pada tataran lingkup keluarga.

“Bukan hanya Kementerian Agama pak ini, tapi semua Stakeholder, seluruh elemen masyarakat berperan. Kita punya budaya, kearipan lokal yang bisa menepis itu semua. Mari kita kembali kediri kita masing masing.” Katanya.

Selaku orang yang beragama, seperti Islam seharusnya memberikan pengajaran dengan berperilaku yang baik dan mengenal mana yang baik dan tidak baik.

“Orang yang beragama, seperti saudara islam ajarkan kepada anaknya bagaimana prinsip prinsip Islam, berperilaku yang baik, komunikasi yang baik, bagaimana menghormati orang tua, mengenal mana Najis itu yang perlu, itu Basic.” Jelas Imran K. Kesa S.Ag, M.Pd.

BERITA TERKAIT : Jadikan Dia Wasit, Terjadi Kekerasan Prikik!! Bekali Anak setiap hari dengan Peluit... 

Meski demikian kata Imran, tapi semua harus bergerak kolektif mulai tingkat keluarga atau pada level Provinsi dan nasional harus melakukan pergerakan menciptaka moral yang baik.

“Dengan itu bisa terhidar dari perbuatan tadi, tapi semua harus bergerak kolektif, tidak boleh 1 keluarga, tidak boleh hanya orang provinsi yang melakukan pergerakan. Semua harus 1 bahasa, kabupaten, provinsi, nasional bagaimana menciptakan moral yang baik.” Tutup Imran K. Kesa S.Ag, M.Pd.

Laporan  :  Sukriwandi


PolewaliTerkini.Net

Populer Minggu Ini